Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tingkat Bahaya dari Warna Keputihan, Mana yang Normal?

Keputihan adalah topik sensitif bagi banyak perempuan. Namun, mengetahui apa yang keluar dari vagina dan mengenali perubahan cairan vagina yang normal, merupakan langkah antisipasi dalam menjaga kesehatan tubuh Anda.
Menjaga Kebersihan Wanita Sangat Perlu
Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina. Anda tidak perlu khawatir munculnya keputihan karena itu adalah fungsi tubuh yang sehat.  Keputihan adalah salah satu cara tubuh membersihkan dan melindungi lingkungan sensitif dari vagina. Keputihan dianggap wajar apabila keluar dalam jumlah yang wajar dan berwarna bening atau putih. Namun, bila terjadi perubahan warna, bau yang tidak sedap dan tekstur yang berubah, bisa jadi merupakan indikasi adanya infeksi.
Penyebab utama yang mengacaukan keseimbangan bakteri internal yang halus dalam vagina, meliputi:

-Penggunaan antibiotik
-Obat kontrasepsi
-Pembersih vagina
-Diabetes
-Kehamilan
-Stres
-Memakai pakaian yang terlalu ketat atau sintetis

Warna keputihan
Untuk mengetahui apakah ada masalah pada kesehatan organ intim Anda, cobalah perhatikan beberapa hal berikut saat mengalami keputihan: apakah ada perubahan warna, peningkatan jumlah dan tekstur,  serta baunya? Lebih jelasnya, cek di bawah ini.
Putih: Keputihan dengan warna ini biasanya muncul sebelum dan setelah masa menstruasi. Namun Anda perlu waspada jika cairan yang keluar disertai dengan rasa gatal, teskturnya kental, dan bau tidak sedap. Karena bisa jadi itu merupakan tanda-tanda daerah intim Anda mengalami infeksi jamur. Segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bening : Keputihan dianggap normal bila berwarna bening dan berair. Hal ini dapat terjadi kapan saja, meskipun sangat lazim setelah Anda berolahraga dan beraktivitas fisik lainnya. Keputihan seperti ini juga biasanya muncul setelah berakhirnya masa menstruasi yang kemunculan awalnya agak pekat. Coba ambil cairan pakai jari, lalu regangkan di antara dua jari. Bila berwarna jernis dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, itu pertanda Anda sedang mengalami masa ovulasi  dan tidak perlu khawatir.

Cokelat : Biasanya keputihan berwarna cokelat  terjadi pada periode menstruasi, kehamilan di awal atau menopause. Keputihan diangga normal jika terjadi pada akhir masa menstruasi, bahkan jika mengandung sedikit darah. Anda perlu waspada jika keputihan disertai dengan rasa nyeri pinggang dan bokong dan bau tidak sedap karena kemungkinan ini tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease. Segera berkonsultasi pada dokter dan lakukan medical check up.

Kuning atau hijau : Keputihan dengan warna kuning atau kehijauan disertai dengan bau yang sangat menyengat, menandakan vagina yang tidak sehat. Bisa jadi itu ada organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana. Anda juga perlu mewaspadai gejala infeksi gonorhoe, klamida dan trichomonas, yang merupakan infeksi menular seksual (IMS).

Jaga kesehatan vagina
Vagina yang sehat tidak memerlukan banyak usaha, namum memiliki manfaat yang besar. Untuk melindungi vagina dan mencegah risiko infeksi.

Pastikan Anda melakukan hal-hal ini:
- Jaga agar vagina tetap bersih dan kering
- Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun
- Hindari menggunakan pembersih vagina karena akan menghiangkan bakteri baik yang terdapat pada vagina
- Selalu praktikkan seks aman
- Hindari produk-produk kewanitaan di daerah genital
- Gunakan pembalut, bukan tampon
- Kendalikan gula darah jika Anda memiliki diabetes
- Makan makanan yang sehat, terutama tingkatkan asupan yogurt. Fermentasi susu ini baik untuk membatasi aktivitas jamur dan bakteri penyakit. Pastikan yogurt berisi bakteri Lactobactillus acidophilus. Bakteri ini berfungsi sebagai penghambat perkembangbiakan jamur candida, penyebab keputihan. Telitilah memilih yogurt. Pilih yogurt berkualitas baik dengan rasa asam yang pas.

Posting Komentar untuk "Tingkat Bahaya dari Warna Keputihan, Mana yang Normal?"