Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seberapa Besar Keputihan itu Berbahaya

Karena hampir sebagian besar wanita mengalami pernah mengalami keputihan, maka sedikit kami memaparkan ulasan dr. Deffy Leksani seputar keputihan. Sebelumnya dalam sebuah media online seorang pasien menanyakan hal ini.
Wanita Bersih itu Indah Kakak


Halo dok, saya usia 24thn mau tanya saya kan habis papsmear hasilnya normal, lalu saya di kasih obat sm dokter kandungan saya ranitidin dan metronidazol karena sblm papsmear saya berhubungan badan keluar darah yg kadang bau kadang tidak, keluar darah stelah hubungan jg tidak setiap kali hubungan pasti keluar darah. sudah 1 minggu saya minum obat itu, keputihan saya berkurang, ketika berhubungan pun juga tidak keluar darah, lalu 1minggu setelah haid saya mengalami keputihan bening kadang ada darah sedikit, sehari keputihan campur darah hanya sekali terjadi dan hanya waktu aktivitas saya bekerja. sudah 2 hari ini saya mengalami hal tersebut. 

1. Kira-kira bahaya tidak yah dok keputihan saya??
2. apakah keputihan saya itu pengaruh obat yang saya minum? 
3. masih di perbolehkan tidak berhubungan badan jika keputihan bening campur darah masih berlangsung?? 
4. apakah keputihan tersebut menunjukan penyakit yg serius? tetapi keputihan saya tidak berbau dok??? mohon penjelasan yah dok. terima kasih 

Berikut penjelasan dokter,

Keputihan yang dialami oleh seorang wanita dapat terjadi karena proses normal dari tubuh wanita maupun disebabkan karena adanya hal yang abnormal. Keputihan yang normal umumnya timbul di sekitar siklus menstruasi, dan saat kehamilan. Cairan / lendir keputihan normal tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal ataupun perih. Sementara keputihan yang berbau, berwarna, dan menyebabkan perih atau gatal biasanya diakibatkan adanya infeksi atau sebab lainnya pada daerah kewanitaan, seperti :

- infeksi jamur. cairan keputihan biasanya berwana putih susu kental, kadang bergumpal, tidak berbau dan disertai rasa gatal / tidak nyaman pada daerah kewanitaan
- infeksi trichomoniasis. cairan kuning kehijauan dan berbau amis
- infeksi bakterial vaginosis. cairan putih keabu-abuan dan amis
- infeksi herpes genital. keputihan disertai lepuhan-lepuhan pada sekitar kemaluan
- kanker serviks / rahim
- dan lainnya

Pengobatan yang akan diberikan kepada Anda oleh dokter akan berbeda tergantung apakah penyebab dari keputihan yang Anda alami. Untuk menentukan secara pasti apa yang menyebabkan keputihan yang Anda alami diperlukan adanya konsultasi dan pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Selain melakukan pemeriksaan langsung dokter juga mungkin akan meminta pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan lab dari cairan keputihan Anda. Berikut merupakan hal-hal yang Anda dapat lakukan untuk membantu mengatasi keputihan :

- Bersihkan daerah kewanitaan dengan air hangat tanpa produk apapun
- Bersihkan daerah kewanitaan dengan menyapu dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya
- Jangan terlalu sering menggunakan produk kewanitaan
- Jangan membiarkan daerah kewanitaan menjadi lembap, dengan cara : tidak sering memakai pantyliner, menggunakan celana dalam berbahan katun, dan segera mengganti celana dalam jika basah

Posting Komentar untuk "Seberapa Besar Keputihan itu Berbahaya"